Real-time Dashboard

Sebagai pelaku bisnis akan sangat memerlukan sebuah laporan mengenai kondisi dan situasi usaha yang dimiliki. Real-time, tentu saja, adalah arah yang dituju sehingga dapat diketahui kondisi terbaru.

Dengan kondisi saat ini, dengan data input yang real-time dan massive, dibutuhkan perangkat yang bisa dengan mudah men-generate laporan. Laporan real-time yang seringkali disebut dengan dashboard.

Solusi yang Ada

Berikut beberapa jenis aplikasi yang bisa digunakan untuk membangunnya. Continue reading Real-time Dashboard

Layanan Komersial Elektronik B2B di Indonesia

B2B sebagai sebuah bentuk pemasaran mulai merambah dunia elektronik dengan suatu bentuk layanan komersial elektronik melalui internet. Layanan ini dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi antar pihak yang berkepentingan, produsen/agen produk dan distributor.

Pada prakteknya pembangunan layanan komersial elektronik bisa difasilitasi baik oleh produsen, agen maupun distributor bahkan oleh pihak di luar yang berkepentingan. Di Indonesia ada beberapa layanan yang dibangun dan berjalan. Berikut beberapa perusahaan yang membuat layanan B2B.

Alfamart

Sebagai sebuah perusahaan retail yang tersebar diberbagai pelosok Alfamart memiliki jaringan luas. Banyak barang yang dijual melalui berbagai metode distribusi baik melalui pusat maupun distribusi langsung melalui cabang untuk mengakomodasi produk lokal. Maka layaklah sebuah layanan B2B dibangun oleh Alfamart untuk mengakomodasi para produsen/agen produk.

Dengan adanya layanan B2B dari Alfamart produsen dapat mengetahui posisi terkini produknya dari laporan-laporan yang ada. Kegiatan yang tercatat meliputi Purchase Order, Laporan Penerimaan Barang, Tanda Terima Faktur, Retur Barang, Service Level, Selling IN dan Vendor Report System.

Asuransi Astra, Garda Oto

Sebagai penyedia jasa asuransi mobil, Garda Oto memiliki jaringan bengkel yang luas. Dengan segala kebutuhannya maka dibangunlah Garda Q’System sebagai layanan yang mengakomodasi kebutuhan bisnis dan perkembangannya sejak tahun 2010.

Dengan layanan ini pula akan diperoleh informasi kebutuhan atas suku cadang bagi bengkel-bengkel rekanan sehingga terjadi efisiensi dan efektivitas dalam proses bisnis induk usaha secara keseluruhan.

BCA

Sebagai bank dengan jaringan cabang yang luas, meskipun bukan pihak yang berkepentingan,BCA mengambil langkah untuk bekerja sama dengan Pertamina mengakomodasi kebutuhan pemesanan dan pembayaran produk Pertamina oleh pemilik SPBU atau industri. Proses pemesanan dan pembayaran tersebut dapat dilakukan di Kantor Cabang BCA, Klik BCA Bisnis atau Layanan Setoran Jemputan. Produk yang dilayani : Fuels, Aviation Fuels, Lubricant, LPG/BBG dan Petrochemical Product.

Selain itu pula BCA juga menerbitkan produk Pertamina Gazcard (co-branding Flazz) untuk kemudahan dan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi pembelian BBM di SPBU.

Kawan Lama

Sebagai distributor mesin dan peralatan industri dengan jaringan pemasaran yang luas meliputi pelaku industri dan peretail Kawan Lama memerlukan konsep efisiensi yang inovatif. Dengan kebutuhan itu dibangunlah layanan B2B yang bisa mengakomodasi semua hal dalam proses bisnisnya.

Layanan B2B yang dibangun oleh Kawan Lama mencakup katalog produk, kegiatan administrasi, surat menyurat, dan riset harga serta pemantauan rekam jejak transaksi.

Sekilas tentang B2B : Business-to-business

Bisnis-ke-bisnis (Business-to-business) adalah transaksi komersial antara pelaku bisnis, misalkan antara perusahaan perakitan dan perusahaan distribusi. B2B ini adalah salah satu jenis pemasaran.

Asal Kata

Istilah ini dipakai untuk komunikasi elektronik antara pelaku bisnis atau perusahaan sebagai pembeda dengan komunikasi para konsumen produk. Pada awalnya istilah ini digunakan untuk industri dan pemasaran barang modal saja, namun saat ini dipakai untuk mendeskripsikan semua produk barang dan jasa yang digunakan oleh perusahaan.

Definisi

Istilah B2B dan B2C adalah bentuk pendek untuk Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). Keduanya menggambarkan proses alami dalam pemasaran barang dan jasa. Jika produk dan jasa  B2B dijual dari satu perusahaan ke perusahaan lain, produk B2C dijual dari perusahaan ke pengguna akhir.

Hampir semua produk B2C bisa menjadi produk B2B, produk B2B sangat sedikit digunakan oleh konsumen. Misal : kertas toilet, produk B2C yang khas, merupakan produk B2B jika dibeli dalam jumlah besar oleh hotel untuk toilet dan kamar. Namun, hanya sedikit orang yang akan membeli excavator untuk penggunaan pribadi mereka kecuali berupa mainan anak-anak.

Sebagian besar produk B2B dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi mereka sendiri, memproduksi barang dan jasa yang akan dijual. Produk dengan nilai tambah yang diproduksi dapat dijual kepada perusahaan lain atau kepada konsumen.

Setiap produk yang sampai kepada konsumen telah melalui berbagai proses penambahan nilai sebelum dibeli oleh pengguna akhir. Sejumlah pemasok dari berbagai industri akan berkontribusi pada produk jadi. Misalnya, sekaleng minuman ringan akan memerlukan perusahaan yang berbeda untuk menyediakan kaleng, air, gula, bahan-bahan lain, label-percetakan, pengemasan, transportasi, dan cat untuk pencetakan. Hanya transaksi yang terakhir dalam rantai penjualan / pembelian merupakan hubungan B2C.

Dalam hal risiko, produk B2B umumnya dipandang memiliki risiko yang dirasakan lebih tinggi dibandingkan dengan produk B2C karena nilai setiap transaksi lebih tinggi. Misal : membeli mesin dapat biaya $ 2 juta dibandingkan dengan tube pasta gigi yang akan menelan biaya hanya $ 2. Namun dalam kenyataannya, tingkat risiko dalam hal perawatan, bisa cukup mirip sesuai pada sifat dari produk. Sebuah mesin rusak mirip dengan tabung pasta gigi yang terkontaminasi dapat membawa kerugian besar bagi pengguna masing-masing. Namun, karena jumlah pembelian, pembeli produk B2B cenderung lebih fokus pada proses evaluasi dan seleksi.